Belum Yakin Menikah? Pahami Tujuan Pernikahan & Manfaatnya dalam Islam

Advertisement

Dalam Islam, bisa dikatakan bahwa ibadah terlama adalah menikah/berumah tangga.

Maka, memilih pasangan yang ideal dari segi agama maupun segi dunia merupakan hal yang penting.

Tapi sebelumnya, sobat Nikah semua pernah bertanya-tanya gak apa sih tujuan pernikahan itu?

Dan apa manfaatnya dalam Islam?

Nah jika teman-teman belum tahu jawaban yang pasti, maka membaca artikel ini sampai akhir merupakan pilihan yang tepat.

Karena admin Akadnikah.net akan membahas tujuan pernikahan dan manfaatnya dalam Islam.

Karena bukan hanya dalam Islam, dalam setiap agama biasanya ada pernikahan. Selain itu, pernikahan juga sering dianggap sesuatu yang suci, mengikat janji suci, dan yang lainnya.

Hal tersebut mungkin dikarenakan sebuah pernikahan akan menyatukan dua insan yang berbeda di dalam satu atap yang disebut rumah tangga.

tujuan manfaat pernikahan dalam islam akadnikah.net

Apa tujuan pernikahan dalam Islam?

Di dalam Al-Qur’an sendiri sudah banyak ayat yang membahas tentang pernikahan. Contohnya di dalam surat An-Nisa ayat 22-23, An-Nahl 72, Ar-Rum ayat 21, dan masih banyak lagi.

Selain itu, banyak juga hadits-hadits Rasulullah SAW. Yang juga membahas tentang pernikahan. Tapi terkadang kebanyakan orang terlalu malas untuk membaca dalil dan juga penjelasannya.

Karena itulah, berikut admin jelaskan secara singkat tujuan pernikahan dengan harapan sobat Nikah lebih mudah untuk memahaminya.

1. Mengikuti sunnah Rasul

Sudah sangat akrab sekali di telinga orang Indonesia tentang pernikahan yang dikait-kaitkan dengan sunnah Rasul.

Seperti yang kita umat Islam tahu, Rasulullah SAW adalah suri tauladan terbaik yang bisa kita tiru. Dan menikah juga merupakan salah satu hal yang beliau contohkan.

Bahkan dalam sejarah disebutkan bahwa Rasulullah pernah memiliki total 12 istri.

2. Menyempurnakan separuh agama

Ada sebuah hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.”

(HR. Al Baihaqi)

Meskipun banyak ulama yang berpendapat bahwa Hadits ini Dhoif, tapi setidaknya setidaknya kita bisa mengambil efek positif dari adanya Hadits ini tentang pentingnya “menikah”.

Dalam Hadits tersebut dijelaskan bahwa dengan menikah, maka setengah agama telah sempurna.

Hal tersebut dikarenakan salah satu hal yang bisa merusak agama adalah kemaluan/orang yang tidak bisa mengendalikan nafsu syahwatnya.

Karena itulah, tujuan menikah di sini adalah untuk menyalurkan nafsu syahwat ke arah yang benar.

3. Menghindari perbuatan maksiat

Di zaman sekarang, perbuatan maksiat sepertinya bukanlah sesuatu yang memalukan. Tapi kita sebagai umat yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama harus terus berpegang kokoh pada iman.

Adanya status yang disebut “pacaran” membuat jurang kemaksiatan semakin dalam dan semakin mudah diakses.

Banyak orang-orang, terutama remaja yang tersesat dan menganggap pacaran adalah hubungan yang benar.

Hal tersebut telah membuat banyak orang berbuat maksiat dan berakhir dengan penyesalan.

Dalam hal ini, tujuan pernikahan adalah untuk membuat hubungan antar 2 insan menjadi hubungan yang sebenar-benarnya dan dibenarkan oleh agama. Sehingga, mereka bisa terhindar dari perbuatan maksiat.

4. Memperkuat iman

Tujuan pernikahan dalam Islam di urutan terakhir yang akan kami jelaskan adalah memperkuat iman.

Seperti yang sudah saya katakan di atas, menikah adalah menyatukan 2 insan yang berbeda. Perbedaan tersebut mungkin saja hampir dalam segala hal.

Karena itulah, tidak menutup kemungkinan orang yang baik akan mendapat jodoh orang yang kurang baik dalam agamanya.

Pernikahan tersebut bisa saja mengubah orang yang kurang baik tersebut menjadi baik, karena pengaruh baik dari pasangannya. Selain itu, sebuah pasangan yang baik pun bisa terus memperkuat imannya satu sama lain secara bersama-sama.

Dengan alasan itulah, kita juga bisa menemukan banyak contoh orang yang berubah menjadi lebih baik dari segi agama setelah mereka menikah.

Manfaat pernikahan dalam Islam

Setelah memahami tentang tujuan pernikahan dalam Islam, berikut ini admin juga bagikan 3 manfaat besar kita melakukan pernikahan :

1. Mendapatkan keturunan

Bukan hanya sekedar sifat alami manusia, mendapatkan keturunan merupakan salah satu manfaat pernikahan yang sangat baik.

Dalam Islam sendiri, Allah SWT Berfirman:

وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ

“ …dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu (yaitu anak)” [Al-Baqarah/2 : 187]
Inti dari ayat tersebut adalah Allah Swt. Menyuruh kita untuk mendapatkan anak dengan cara berjima’ atau berhubungan intim sepasang suami istri yang sah secara agama.

Selain itu, Rasulullah Saw. Menyuruh umatnya agar memiliki banyak anak.

عن أنس بن مالك قال كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَأْمُرُ بِالبَاءَةِ وَيَنْهَى عَنِ التَّبَتُّلِ نَهْيًا شَدِيْدًا وَيَقُوْلُ تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرُ الْأَنْبِيَاءِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Dari Anas bin Malik berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras untuk membujang dan berkata, ‘Nikahilah wanita yang sangat penyayang dan yang mudah beranak banyak karena aku akan berbangga dengan kalian dihadapan para nabi pada hari kiamat.’ ”

(HR .Ibnu Hibban 9/338, Irwa’ no 1784)

2. Terhindar dari zina

Seperti yang kita tahu, perbuatan zina di zaman sekarang seperti sudah dianggap hal biasa.

Padahal Allah SWT Sangat melarang keras perbuatan zina ini, sebagaimana firmannya dalam surat Al-Isra ayat 32 :

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk”.

Dengan menikah, kita bisa mendapatkan manfaat dari pasangan tanpa harus meberi label dengan kata zina. Semoga kita semua dijauhkan dari perbuatan zina yang hina ini.

3. Membuka pintu rezeki

Firman Allah SWT Dalam surat An-Nur ayat 32:

وَاَ نْكِحُوا الْاَ يَا مٰى مِنْكُمْ وَا لصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَا دِكُمْ وَاِ مَآئِكُمْ ۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ وَا للّٰهُ وَا سِعٌ عَلِيْمٌ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.”

(QS. An-Nur 24: Ayat 32)

Dengan adanya ayat tersebut, maka kita tidak perlu terlalu khawatir lagi menjadi miskin setelah menikah. Karena Allah SWT Yang akan memberikan kita kecukupan akan rezeki.

Tapi, ayat ini juga tidak boleh menjadi alasan bagi kalian untuk menikah muda hanya dengan alasan Allah SWT Akan memberikan kemampuan dan kecukupan.

Karena, pernikahan juga harus dibarengi dengan kesiapan dari kedua belah pihak, termasuk calon pengantin laki-laki yang sudah dirasa mampu untuk mencari nafkah.

Maka dari itu, sebaiknya kita mempersiapkan diri terlebih dahulu.

Salah satunya dengan mempelajari lebih dalam isi dari firman-firman Allah SWT Yang terkadang sulit dipahami oleh orang awam.

Kesimpulan

Demikianlah tujuan menikah dan manfaatnya dalam Islam. Sobat semua, sesungguhnya pernikahan itu memang sunnah dalam Islam.

Tapi, kita juga tidak boleh terpengaruh dengan tekanan-tekanan dari luar yang seperti terus menekan kita untuk menikah dalam keadaan yang belum siap sama sekali.

Jika kita telah merasa siap maka bersegeralah.

Advertisement

Menyediakan artikel berkualitas seputar pranikah, tips pernikahan, dan parenting.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *