Ini 5 Faktor Tanda Kamu Siap untuk Menikah!

Advertisement

“Kamu kapan nikah?” merupakan sebuah pertanyaan yang menakutkan bagi beberapa orang.

Menikah memang merupakan sesuatu yang umum dilakukan, tapi jangan terlalu dipaksakan untuk menikah saat belum siap.

Karena itulah, sebaiknya kamu mengetahui dulu faktor-faktor siap menikah, agar kamu bisa merencanakan pernikahan dengan baik.

faktor siap menikah akadnikah.net

Nikah muda di Indonesia sudah banyak terjadi, entah apa yang menjadi dasarnya, tapi hal tersebut sudah banyak membuat banyak pasangan terjerat dalam masalah.

Karena itulah, sebaiknya sebuah pernikahan dilakukan orang-orang yang sudah siap saja, untuk menghindari adalah konflik antar pasangan.

Lalu, apa saja sih faktor-faktor tanda kamu siap menikah?

Berikut Akadnikah.net bagikan daftar beserta penjelasannya.

Apa faktor tanda kamu siap menikah?

Setidaknya ada 5 indikator atau tolak ukur yang bisa dijadikan patokan untuk mengetahui kesiapan menikah pada seseorang.

1. Siap ekonomi

Faktor yang pertama adalah kesiapan dalam hal ekonomi.

Berdasarkan data dari Ditjen Badan Pengadilan Agama Mahkamah Agung, Ekonomi menjadi salah satu penyebab terbanyak dari kasus perceraian.

Hal ini harus menjadi peringatan yang harus diperhatikan oleh orang-orang yang ingin menikah.

Banyaknya kampanye nikah muda yang dipopulerkan oleh berbagai pihak menjadi hal yang menakutkan. Karena tidak sedikit pasangan yang menikah muda, tapi belum memiliki kesiapan yang mumpuni dalam hal keuangan.

Terlebih lagi, mereka mengatakan bahwa alasan menikah karena anjuran agama. Alasan tersebut sepertinya dapat ditoleransi, tapi bagaimanapun agama juga tidak menyukai perceraian.

Lalu, apa indikator yang dijadikan patokan untuk orang uang siap menikah?

Gaji bisa dijadikan indikator yang tepat dalam hal ini. Setidaknya, gabungan gaji dari pasangan yang akan menikah totalnya mencapai 5-6 juta.

Tapi, jika hanya salah satu saja yang bekerja, paka 3-4 juta bisa dijadikan patokan

Tapi, hal tersebut tentunya bersifat relatif. Karena, disetiap daerah di Indonesia memiliki upah minimum yang berbeda-beda.

Jadi, silahkan disesuaikan saja dengan keadaan sekitar.

2. Siap umur

Berdasarkan data yang dihimpun dari Wikipedia, rata-rata orang Indonesia menikah adalah pada umur 24 tahun, dengan pria pada umur 25,7 tahun dan wanita pada umur 22,3 tahun.

Tapi, data ini sepertinya sudah usang karena berdasarkan tahun 2010. Terlebih lagi, kami tidak menemukan data-data tahun berikutnya.

Tapi, pemerintah Indonesia menetapkan minimal usia menikah laki-laki dan perempuan adalah pada umur 19 tahun.

Sebelum itu, pemerintah menetapkan usia menikah 16 tahun bagi perempuan dan 19 tahun bagi laki-laki. Tapi mungkin UU tersebut diubah karena ada UU tentang perlindungan anak yang menyebutkan bahwa usia yang kurang dari 18 tahun masih tergolong anak-anak.

BKKBN memiliki pandangan sendiri dalam hal ini. Usia ideal untuk menikah adalah 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki.

Hal tersebut sepertinya cukup tepat. Karena menurut kesehatan sendiri, usia yang matang dari segi biologis dan psikologis untuk menikah adalah di umur 20-25 tahun bagi perempuan dan 25-30 tahun bagi laki-laki.

3. Siap fisik

Dalam sebuah pernikahannya, tanggung jawab antar satu sama lain merupakan hal yang sangat penting.

Hal ini tentunya merupakan kesiapan fisik yang baik untuk berhubungan intim dan melahirkan bagi seorang perempuan.

Dunia kesehatan sendiri mengatakan bahwa berhubungan intim di usia dini bisa menyebabkan berbagai faktor kesehatan seperti kanker serviks, penyakit menular, dan yang lainnya.

Sedangkan, usia yang ideal untuk hamil bagi seorang perempuan adalah pada umur sekitar 21-35 tahun.

Data tersebut menunjukkan bahwa kesiapan fisik merupakan faktor yang sangat penting dalam pernikahan.

Selain itu, faktor kesehatan lainnya adalah pada organ reproduksi.

Sebelum menikah, sebaiknya cek terlebih dahulu kesehatan organ reproduksi. Hal ini bisa menghindari terjadinya perselisihan dan pertengkaran yang diakibatkan oleh salah satu pasangan yang memiliki masalah reproduksi.

Selain itu, kesiapan organ reproduksi juga harus diperhatikan. Karena itulah, meskipun masih banyak yang menganggapnya tabu, tapi cek kesehatan ini harus dilakukan demi terjalinnya hubungan yang ideal dalam pernikahan.

Terlebih lagi, perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus merupakan salah satu penyebab penyebab terbesar terjadinya perceraian di negeri ini.

4. Siap mental

Pernikahan artinya menyatukan 2 insan yang memiliki perbedaan yang mungkin dari berbagai hal. Hal ini membuat proses adaptasi kedua belah pihak menjadi sulit jika keduanya memiliki mental yang belum siap.

Selain itu, kesiapan mental ini juga berkaitan erat dengan umur yang ideal untuk menikah.

Mental yang belum matang bisa mengakibatkan terjadinya berbagai masalah dalam pernikahan.

Hal itu dikarenakan ego dari masing-masing pihak belum bisa dikendalikan, dan kedua pihak ingin menjadi yang paling benar.

Selain itu, siap menikah artinya juga harus siap memiliki anak.

Dalam hal ini, kesiapan mental merupakan sesuatu yang sangat penting jika ingin memiliki anak. Perempuan harus siap hamil, melahirkan, dan mengurus anak sampai dewasa.

Sedangkan laki-laki harus siap mendukung istrinya saat hamil, melahirkan, dan juga mengurus dan membiayai kebutuhan anak sampai dewasa.

Hal ini tentunya bukanlah sesuatu yang mudah, karena jangka waktunya cukup panjang dan berbagai masalah pasti terjadi.

Kesiapan mental ini bisa dilakukan dengan membangun relasi yang baik dengan pasangan, mengatur emosi, banyak belajar dari berbagai sumber, memberikan perhatian lebih kepada pasangan, dan masih banyak lagi.

Semua hal tersebut bisa membuatmu siap menghadapi halangan dan rintangan yang biasanya akan dilalui oleh orang yang menikah.

5. Siap ilmu

Faktor siap menikah yang terakhir adalah kesiapan ilmu.

Setelah pernikahan, seseorang akan memiliki kehidupan yang berbeda dari sebelumnya.

Karena itulah, banyak orang yang mengucapkan “selamat menempuh hidup baru” dalam sebuah pernikahan.

Memiliki pengetahuan yang banyak sebelum pernikahan menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Sebelum menikah, sebaiknya kamu memiliki cukup ilmu yang berkaitan dan pasangan, menjalin hubungan yang baik, dan parenting.

Semua hal itu bisa membantumu saat sudah menikah nanti.

Selain itu, kesiapan ilmu agama juga merupakan faktor yang sangat penting untuk dimiliki.

Karena, ajaran-ajaran agama akan memberikan dampak yang baik bagi sebuah pernikahan. Dalam agama Islam sendiri, pernikahan merupakan sunnah dari Rasulullah SAW.

Selain itu, Islam juga banyak mengajarkan anjuran-anjuran dalam pernikahan, cara membina hubungan yang baik, dan masih banyak lagi.

Karena itulah, sebaiknya kamu belajarlah banyak hal dulu sebelum menikah dengan seseorang.

Kesimpulan

Itulah faktor-faktor siap menikah yang harus kamu dan pasanganmu miliki.

Jika salah satu faktornya belum terpenuhi, maka sebaiknya niat pernikahan harus ditinjau ulang untuk kebaikan kalian saat nanti sudah menikah.

Karena, pernikahan bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan.

Banyak orang yang hanya menganggap bahwa pernikahan itu indah seperti yang ditunjukkan orang-orang di media sosial, drama, atau film.

Padahal, banyak hal-hal lain seperti konflik yang tidak ditunjukkan mereka.

So, bagi kamu yang sudah siap, sebaiknya disegerakan ya, dan semoga pernikahan kalian nanti bisa langgeng.

Advertisement

Menyediakan artikel berkualitas seputar pranikah, tips pernikahan, dan parenting.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *